Tampilkan postingan dengan label Anggota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anggota. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Anggota NII Boleh Berzina Untuk Bayar Infaq

,


Ketua Lembaga Penelitian dan Pengakajian Islam (LPPI), Muhammad Amin Djamaludin, menyatakan para korban pengikut Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9), bertobat karena dikejar hutang untuk kepentingan infak dan sedekah... "Mereka melakukan zina saja boleh untuk membayar infak," katanya kepada Tempo, di kantornya, di Jakarta Pusat, Kamis, 28 April 2011.Menurut Amin, karena keanggotan bersifat wajib dan mengikat, para anggota biasanya kesulitan ketika harus membayar infak. Dalam kondisi terjepit, tindakan apa pun dihalalkan sepanjang dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk membayar utang infak dan sedekah. Uang hasil melacur (berzina), merampok, maling, dan tindakan buruk lainnya, tak dilarang asalkan uangnya dipakai untuk membayar infak.
"Dalam menjalankan roda organisasi, kelompok ini tak segan menggunakan ragam cara untuk mendapatkan dana," kata Amin. "Mulai dari infak sedekah yang bersifat mengikat hingga menghalalkan segala cara yang bertentangan dengan Islam."

Dia mencontohkan berdasarkan laporan satu keluarga yang telah menjadi anggota NII KW 9 sejak lama. Mereka mengeluh akibat besarnya sedekah yang harus ditanggung. "Tak membayar infak dan sedekah, sifatnya jadi uutang," jelas Amin.

Menurut Amin, gerakan NII KW 9 akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat. Para mahasiswa dan pelajar berpengetahuan agama minim jadi sasaran empuk. "Cara mereka memesona sehingga banyak yang tertarik," kata dia.

Lembaga ini mencatat jumlah pengikut NII KW 9 pada tahun 2005 mencapai 500 ribu orang lebih. Mereka menyebar di 28 provinsi dengan struktur lengkap. "Organisasinya dari Aceh sampai Papua," kata Amin.[arisku.blogspot.com]

Jangan lupa di like...
   
Follow Juga Ya....


osserem
Read more

Laskar Mujahidin:Bomber Solo Eks Anggota Kami

,
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/09/27/124841_ketua-laskar-mujahidin-cirebon--andi-mulya_300_225.jpg

Polisi memastikan Pino Damayanti alias Ahmad Abu Daud alias Ahmad Yosepa Hayat alias Raharjo alias Hayat adalah bomber bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo.

Ketua Laskar Mujahidin Cirebon, Andi Mulya mengakui, Hayat pernah bergabung dengan organisasinya. "Namun beberapa bulan kemudian dia ke luar bergabung kelompok lain mengatasnamakan remaja masjid se-Cirebon," kata dia, Selasa 27 September 2011.

Saat itulah, jelas Andi, Hayat dan rekan-rekannya melakukan sweeping di sejumlah minimarket di Cirebon. Beberapa rekannya sempat ditahan di Polresta Cirebon.

"Selanjutnya, Hayat gabung kelompok lain bersama M Syarif (bomber masjid Mapolresta Cirebon) yang ternyata JAT. Dari situlah, secara organisasi terputus dengan Laskar Mujahidin, tapi secara pertemanan, tetap terjalin, sering bertemu."

Dalam ingatan Andi Mulya, Hayat memiliki sifat pendiam. "Tak sebrutal teman-temannya. Kami menyayangkan aksi yang dilakukan M Syarif dan Hayat," tambah dia.

Soal apakah Hayat bergabung dengan JAT dibantah oleh Juru Bicara JAT, Abdul Rahim Ba'asyir. (baca bantahannya di sini)

Secara terpisah, mantan Ketua RW 01 Pandesan, Agus Sahidin mengatakan, Hayat dan sejumlah rekannya pernah mengontrak rumah kontrakan di wilayahnya. Lokasinya di Rt04, RW 01.

"Warga melihat, aktivitas mereka mencurigakan. Sering diskusi subuh di masjid setempat. Salatnya pun tak berbaur dengan masyarakat, menunggu warga selesai salat, baru mereka mulai," jelas dia.

Warga merasa kesal. "Sempat diusir dari kampung tahun 2010 lalu. Dua bulan kemudian mereka pindah," kata Agus. "Lalu, terjadi ledakan di Mapolresta."

Pernah, pengurus wilayah meminta identitas Hayat, namun ia menolak. "Dia dianggap pendatang liar, meski bapak dan ibunya berjualan bakso di Padesan, di seberang jalan." (eh)[media.vivanews.com]

Jangan lupa di like...
   
Follow Juga Ya....


osserem
Read more

Popular posts

 

Ngenet Jadi Asyik Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger